• 11

    Dec

    Usangnya Peraturan Disiplin PNS

    Peraturan disiplin adalah peraturan yang mengatur kewajiban, larangan, dan sanksi apabila kewajiban tidak ditaati atau larangan dilanggar oleh setiap PNS. Peraturan disiplin PNS selama ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. Peraturan ini dibuat di jaman Presiden Suharto. Selama kurun waktu itu belum pernah ada perubahan terhadap peraturan tersebut. PP Nomor 30 Tahun 1980 mengatur adanya 26 kewajiban dan 18 larangan bagi PNS. Ketidaktaatan atau pelanggaran akan mengakibatkan seorang PNS terkena hukuman yang terdiri dari 3 tingkat, yakni ringan, sedang, dan berat. Masing-masing tingkat hukuman tersebut mempunyai jenis hukuman yang berbeda. Tingkat ringan terdiri dari teguran lisan, teguran tertulis, dan pernyataan tidak puas secara tertulis. Tingkat sedang terdiri dari
  • 9

    Dec

    Manipulasi Demi PNS

    Adanya SE Menpan Nomor 05 Tahun 2010 tanggal 28 Juni 2010 membawa setitik harapan bagi tenaga honorer yang tercecer pada pemberkasan tahun 2005 s.d. 2010. Dengan adanya SE ini pemda-pemda diminta melakukan pendataan dengan acuan berdasarkan PP Nomor 48 Tahun 2005 jo PP Nomor 43 Tahun 2007. Dalam PP tersebut tenaga honorer yang memenuhi persyaratan bisa diangkat menjadi CPNS tanpa harus melalui seleksi/tes. Sebuah kemurahan hati yang luar biasa karena ada pemerintah yang mengangkat warganya menjadi pegawai tanpa bersusah payah berkompetisi, padahal mereka menjadi pegawai honorer pun tanpa melalui seleksi. Implikasi/pelaksanaan SE tersebut pun luar biasa. Ada daerah yang tenaga honorernya berunjuk rasa karena merasa adanya ketidakadilan pada ketentuan dalam SE tersebut. Ada juga segelintir
  • 30

    Nov

    Hemat Anggaran, Daerah Tertekan

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh lembaga negara dan kementerian untuk berhemat. Optimasi anggaran, dinilai akan memberikan kontribusi signifikan bagi efisiensi penggunaan anggaran negara. Anggaran yang dihemat, kata Presiden, bisa dialihkan untuk pembiayaan hal-hal lain yang mungkin selama ini ditutup melalui utang. Presiden mencontohkan, dari APBN Rp 1.100 triliun, sebesar Rp 600 triliun merupakan anggaran kementerian dan lembaga. Jika dari jumlah itu bisa dihemat sebesar 10 persen, angka penghematan, menurutnya, akan sangat besar. Sepuluh persen itu setara dengan Rp 60 triliun. Angka Rp 60 triliun ini bisa digunakan untuk banyak hal, yang selama ini barangkali kita tutup dengan utang. Yang barangkali inilah selama ini yang menyebabkan angka defisit kita tidak turun-tur
  • 28

    Nov

    Selamat Ultah Guru

    Ibu saya dulunya adalah guru, otomatis beliau juga anggota PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Namun sekarang tidak lagi, karena beliau sudah pensiun. Jaman dulu, di era Orde Baru bicara tentang guru pasti tidak lepas dari PGRI. Guru dan PGRI adalah inheren, guru adalah PGRI, dan sebaliknya PGRI adalah guru. PGRI menjadi wadah tunggal organisasi profesi guru di jaman Presiden Soeharto. Perannya lebih banyak untuk menguatkan posisi penguasa. Di masa kampanye Golkar, guru dan PGRI menjadi ujung tombak penggalangan massa, bersama-sama dengan PNS lain. Tak peduli suka atau tak suka, guru diwajibkan ikut kampanye, kalau tidak, bisa jadi karirnya terancam. Kini, setelah lengsernya Presiden Soeharo, PGRI menegaskan tak berpolitik praktis, meskipun beberapa pengurusnya ternyata tak lepas da
  • 27

    Nov

    Demo Perangkat Desa

    Ratusan perangkat desa dari berbagai daerah di Indonesia beberapa bulan yang lalu berdemo di depan gedung DPR di Jakarta. Mereka menuntut untuk diangkat menjadi PNS. Fenomena apa ini? Sepertinya status menjadi PNS menjadi jaminan/garansi untuk mendapatkan kesejahteraan hidup. Memang menjadi PNS paling tidak mendapatkan gaji tetap setiap bulan, ditambah tunjangan untuk anak dan istri, serta jika sudah berhenti menjadi PNS akan mendapat hak pensiun seumur hidup. Inilah yang barangkali menjadi salah satu pendorong para perangkat desa melakukan demo. Perangkat desa terdiri dari kepala desa dan perangkat desa lainnya seperti Kaur (Kepala Urusan). Sebenarnya untuk upah mereka menjabat sebagai perangkat desa sudah disediakan tanah bengkok. Dengan tanah bengkok itulah mereka mengelola lahan un
  • 20

    Nov

    Mari Budayakan Antri

    Suatu hari saya berbelanja di supermarket terbesar di kota tempat tinggal saya, Ngawi. Setelah selesai memilih barang-barang tibalah saya antri di depan kasir. Ada beberapa pembelanja yang antri juga di depan saya yang masing-masing juga membawa barang belanjaan dalam jumlah yang banyak sama seperti saya. Namun tiba-tiba saja, tanpa rasa malu dan bersalah ada ibu-ibu yang menyerobot antrian di depan saya. Duh kesalnya hati ini. Kenapa sih susah benar membudayakan antri. Bukankah kalau kita mau antri segalanya menjadi teratur, orang pun tidak ada yang merasa dikecewakan. Bukankah kita juga sama-sama punya banyak barang belanjaan. Menyerobot itu termasuk perbuatan tidak sopan. Akhirnya saya berkata kepada anak saya yang masih berumur 3,5 tahun sekaligus memberikan nasehat kepadanya, Nak, k
  • 4

    Nov

    Hello world!

    Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post